Wednesday, May 5 2021

Kepri Ekspor 11 Ton Ikan Beku ke Singapura Senilai Rp800 Juta

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melepas 11 ton komoditas perikanan dengan nilai Rp811 juta dari Bintan, Kepulauan Riau ke Singapura.

Sekretaris BKIPM, Hari Maryadi menyebutkan komoditas perikanan yang diekspor tersebut terdiri dari white snapper/anggoli fillet, white snapper/anggoli half head, white snapper/anggoli tail, Spanish mackerel/batang fillet, dan grouper minch meat.

"Hal ini tentu perlu kita apresiasi, di tengah pandemi Covid-19, usaha perikanan khususnya di Kabupaten Bintan masih berjalan baik dan mutu hasil perikanan yang telah kita jamin mutunya,” ujar Hari.

Hari menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong program pemerintah untuk berorientasi dan meningkatkan ekspor. BKIPM dan stakeholder terkait, lanjut dia, terus menggalang soliditas untuk melakukan terobosan hambatan logistik serta membuka peluang pasar internasional.

"Ekspor produk perikanan oleh PT. BIG merupakan wujud sinergitas antara pelaku usaha di Bintan dengan UPT KIPM, Pemerintah daerah dan stakeholder perikanan, ini menggambarkan bahwa produksi perikanan terus bergerak dan kami berkomitmen senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh UPT KIPM di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai KIPM Tanjungpinang, Felix Lumban Tobing mengungkapkan, sepanjang 2021 telah melakukan sertifikasi ekspor sebanyak 760 kegiatan di 11 wilayah kerjanya di Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah ini setara dengan 97.921 ekor dan 2.947.911 kilogram ikan yang telah menjangkau pasar global.

"Totalnya terdiri dari 81 jenis hasil perikanan dengan nilai sebesar Rp65.472.602.967 di tahun 2021 ini saja," terangnya.

Felix menambahkan luas Provinsi Kepulauan Riau yang hampir 96 persen wilayahnya berupa lautan, memiliki potensi hasil perikanan yang sangat luar biasa. Dia pun mengapresiasi PT. BIG yang sebelumnya juga berhasil menembus pasar Tiongkok dan Australia, di tengah semakin ketatnya persyaratan pengiriman produk ke negeri Tirai Bambu.

"Ini merupakan langkah bagus dari perusahaan untuk mencari peluang buyer lain selain Tiongkok," katanya.

Dia berharap unit pengolahan ikan (UPI) lain di wilayah Bintan mampu meningkatkan grade hazard analysis critical control point (HACCP) sebagai persyaratan ke negara mitra. Dengan begitu, keberterimaan produk perikanan dari Bintan bisa semakin luas dan berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

"BKIPM mendukung dan mendorong pemulihan ekonomi nasional dengan menggenjot ekspor produk perikanan. Kita siap memberikan layanan yang optimal," tandasnya.

ITS Kembangkan Limbah Olahan Ikan Jadi Pupuk Organik Cair

SariAgri - Melimpahnya potensi sektor perikanan di Desa Pliwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Jawa Timur yang belum dikelola secara maksimal mendorong tim pengabdian masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam berkontribusi.

Terutama dalam pemanfaatan limbah olahan ikan sebagai pupuk organik cair. Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ini dilakukan melalui Pusat Studi Pengembangan Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS.

Ketua tim Abmas, Endah Mutiara Marhaeni Putri menyampaikan, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan dan penelitian pengolahan nugget ikan. Serta konversi limbah olahan ikan menjadi pupuk organik cair.

“Hal ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dan potensi yang ada di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban,” kata Endah, kepada SariAgri, Senin (5/4).

Perikanan merupakan salah satu wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah di sektor perikanan, sehingga sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Hasil olahan ikan pindang yang biasanya dibuang dan dibiarkan menumpuk ini dapat berdampak negatif bagi lingkungan.

”Karena masih belum ada proses pemanfaatan limbah secara lebih lanjut,” ucap dia.

Padahal, lanjut Endah, limbah hasil olahan ikan mengandung banyak sekali zat yang bermanfaat seperti protein, minyak lemak dan kadar garam. Sehingga, perlu adanya edukasi mengenai potensi dari pemanfaatan limbah ikan tersebut.

Maka dari itu, tim ITS menjawab permasalahan tersebut melalui program abmas ini diawali dengan pembuatan produk berupa nugget ikan dan pupuk cair organik dari limbah olahan ikan. Selanjutnya, produk yang dihasilkan diuji laboratorium untuk mengetahui zat-zat yang terkandung dalam produk.

Untuk produk nugget ikan dengan variasi ikan tenggiri dan ikan tongkol sudah memenuhi persyaratan mutu SNI 7758:2013 tanpa uji vibrio, filth, dan sensori. Sedangkan pada produk pupuk cair sudah memenuhi persyaratan standar kualitas kompos SNI 19-7030 2004.

Endah menjelaskan sasaran utama masyarakat pada Abmas kali ini yaitu ibu rumah tangga, karena diharapkan agar dapat memproduksi nugget ikan.

“Serta melibatkan para pemuda untuk turut serta membantu dalam pengolahan limbah olahan ikan menjadi pupuk cair,” ujar dia.

Selain itu, tambah Endah, masyarakat juga diberikan pelatihan tentang cara memasarkan produk yang dihasilkan. Setelah dilakukan pelatihan, program dilanjutkan dengan pemasangan alat atau produk berupa reaktor pengolahan limbah.

“Antusias tinggi masyarakat dapat dilihat pada saat kegiatan pelatihan dan pemasangan alat bersama-sama,” kata dia.

Endah menuturkan, dengan adanya program abmas ini, masyarakat Desa Pliwetan diharapkan dapat mengolah hasil laut dengan nilai ekonomi tinggi. Serta masyarakat mampu untuk memasarkan produk yang dihasilkan.

“Hal ini guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat nelayan setempat,” pungkasnya.

Siswa SMK Diajari Bangun Alat Ukur Kadar Hidrogen Sulfida di Tambak

SariAgri - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya perairan, sehingga banyak dikembangkan budi daya ikan atau udang pada tambak. Tetapi, banyak sekali permasalahan di tambak yang sulit dipecahkan para petani.

Salah satunya yakni cara membangun alat ukur kadar H2S (Hidrogen Sulfida) sebagai upaya mencegah ikan atau udang keracunan akibat kadar H2S pada air tambak terlalu tinggi.

“Para petani tambak kesulitan mendeteksi kadar H2S di tambak dikarenakan sensor H2S cair tergolong jarang di Indonesia. Selain itu, harga sensor H2S juga menjadi bahan pertimbangan,“ ungkap ketua tim, Franky Chandra Satria Arisgraha, kepada Sariagri, Senin (5/4).

Oleh karena itu, Perikanan Indonesia bersama tim mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pelatihan rancang bangun alat ukur kadar H2S pada tambak sistem tertutup untuk membantu petani tambak.

“Melalui pelatihan rancang bangun alat ukur kadar H2S kepada siswa-siswi SMK Perikanan dan Kelautan di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember diharapkan dapat membantu petani tambak dalam mencegah kematian ikan atau udang karena kadar H2S pada air tambak terlalu tinggi,” tutur dia.

Menurut Franky, sasaran ditujukan kepada para siswa lulusan SMK. Dengan begitu diharapkan dapat berdaya saing tinggi sehingga mudah dalam mencari atau menciptakan lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini para siswa SMK diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan SMK dan ke depan diharapkan dapat membantu para petani tambak dalam membangun alat pendeteksi kadar H2S.

“Rencana awal dilaksanakan secara tatap muka secara langsung di SMK Perikanan dan Kelautan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Namun berhubung kondisi pandemi Covid-19 maka kegiatan dilaksanakan secara daring dimana peserta mengikuti kegiatan di laboratorium komputer SMK Perikanan dan Kelautan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember,” ucap dia.

Daerah Jember dipilih dikarenakan sejak tahun 2015, wirausaha di bidang budidaya air tawar telah dikembangkan, terutama di Kecamatan Puger yang telah membudidayakan udang vaname dengan potensi pasar hingga ke Eropa, Amerika, dan Asia.

“Modal yang dibutuhkan tidak sedikit, sehingga dukungan bidang pendidikan diharapkan dapat membantu petani tambak. Sebagai contoh dengan menciptakan teknologi alat ukur kadar H2S untuk memantau kualitas air, sehingga diharapkan dapat mencegah kematian ikan atau udang akibat kualitas air yang buruk,” ungkap dia.

Apalagi dengan hadirnya SMK Perikanan dan Kelautan, lanjutnya, diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah petani tambak dan meningkatkan hasil budidaya ikan dan udang.

“Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan dapat membekali peserta pelatihan agar dapat membantu para petani tambak dalam mengatasi permasalahan keracunan ikan atau udang karena kadar H2S pada air tambak terlalu tinggi. Serta, pelatihan menjadi bekal bagi siswa SMK setelah lulus studi kelak,“ pungkasnya.

Tuesday, May 4 2021

'Restorative Justice' Cara KKP Dukung Dunia Usaha yang Sehat

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerapkan pendekatan berbeda dalam pengawasan dan penegakan hukum pasca diundangkannya Undang-Undang Cipta Kerja. Pendekatan ultimum remedium akan menjadi kunci penaatan dan penegakan hukum yang dilakukan KKP.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Jenderal KKP yang juga Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Antam Novambar pada saat memberikan arahan kepada para peserta Rapat Kerja Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Bandung pada Rabu (7/4/2021).

Mengingat, strategi ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang meminta agar penegakan hukum dilaksanakan tanpa pandang bulu.

“Pengenaan sanksi pidana merupakan upaya terakhir setelah sanksi-sanksi lainnya sudah tidak dapat dikenakan,” jelas Perikanan Indonesia .

Antam juga memastikan bahwa penerapan sanksi terhadap pelanggaran akan memprioritaskan pada usaha perbaikan atas kerusakan yang sudah dilakukan oleh pelaku usaha. KKP sendiri saat ini sedang menyusun rancangan Peraturan Menteri terkait dengan pengenaan sanksi administrasi termasuk pengenaan denda bagi pelaku pelanggaran sebagaimana amanat Undang-Undang Cipta Kerja.

“Dalam implementasinya akan menggunakan pendekatan restorative justice,” jelas Antam

Sejalan dengan Antam, Sekretaris Direktorat Jenderal PSDKP, Suharta juga menampik anggapan bahwa UUCK memperlemah pengawasan dan penegakan hukum. Suharta menyampaikan bahwa penerapan denda administratif diyakini akan meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, memberikan efek jera serta meningkatkan penerimaan negara.

“Kalau kita melihat pembelajaran penegakan hukum di negara maju, penerapan denda administratif ini justru sangat efektif,” terang Suharta.

Kementerian Kelautan Dan Perikanan dan Perikanan yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal 7-9 April ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Instansi penegak hukum seperti TNI AL, POLRI, BAKAMLA serta Pemerintah Daerah. Rakernis ini diharapkan dapat menghasilkan kesamaan pandangan dalam upaya pengawasan serta penegakan hukum di lapangan.

Sambangi KKP, Wali Kota Pekalongan Minta Hidupkan Kembali Perikanan Tangkap

SariAgri - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung penuh keinginan Pemerintah Kota Pekalongan untuk mengembalikan kejayaan sektor perikanan tangkap sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat ini ada beberapa persoalan yang menyebabkan menurunnya produktivitas sektor perikanan tangkap di Kota Pekalongan. Salah satunya adalah rutin terjadi rob yang menyebabkan aktivitas perikanan terganggu.

“Saya minta ini betul kepada Pak Wali untuk membangun kesadaran masyarakat untuk tertib menjaga kebersihan. Langkah kecil itu bisa menjadi salah satu upaya dalam menangani banjir rob yang selama ini terjadi. Kita akan kerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya saat bertemu Wali Kota Pekalongan di Kantor KKP, Jakarta Pusat pada Jumat (16/4) sore.

Salah satu agenda KKP adalah pembangunan pelabuhan onshore melalui Ditjen Perikanan Tangkap (DJPT) yang terintegrasi dengan penanganan banjir. Trenggono meminta jajarannya untuk rutin turun ke Pekalongan guna memastikan rencana pembangunan pelabuhan tersebut berjalan dengan baik.

“Saya minta Pak Dirjen untuk turun langsung ke lapangan, untuk memastikan apakah offshore itu dapat berjalan dengan baik, dan untuk mengetahui benefit ke generasi berikutnya seperti apa, itu yang harus kita pikirkan,” tegasnya.

Sementara itu Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaidi menceritakan, banjir rob menyebabkan aktivitas pelelangan di Kota Pekalongan terhenti sejak 29 Januari hingga 5 Maret 2021. Imbasnya, ekonomi nelayan maupun masyarakat yang selama ini beraktivitas di pelelangan, ikut terganggu.

“Rob ini telah membuat area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tergenang, mengganggu akses jalan dan aktivitas bongkar. Aktivitas pendukung perikanan seperti docking, galangan, bengkel mesin, dan lain-lain, juga ikut terganggu. Pada akhirnya berdampak pada berkurangnya minat investor di sektor tangkap,” katanya.

Lebih lanjut Afzan menyebut terkait pembangunan pelabuhan onshore agar bisa terwujud. Dia mengatakan pihaknya siap bersinergi baik dalam hal pengkajian maupun penyediaan lahan untuk lokasi pembangunan.

Untuk diketahui, Kota Pekalongan berjaya sebagai penghasil produk perikanan terbesar pada tahun 90-an. Daerah dengan panjang garis pantai 6,15 kilometer ini berada pada simpul pergerakan strategis yaitu jalur Pantura.

Di sana terdapat fasilitas strategis skala nasional yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan, serta memiliki komoditas unggulan diantaranya ikan pelagis kecil seperti layang, banyar, dan lemuru.
Perikanan Indonesia

Selain Kaya Protein, Ini Kandungan Nutrisi yang Terdapat dalam Ikan Patin

SariAgri - Ikan patin adalah salah satu jenis ikan tawar yang banyak di budidaya. Ikan yang memiliki nama ilmiah Pangasius sp ini, juga masih merupakan satu spesies dengan ikan lele.

Tekstur dagingnya yang lembut, ringan dan harganya yang terjangkau membuat ikan patin banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Rasanya pun terbilang tidak hambar dan bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan yang lezat.

Tak hanya nikmat, ikan patin juga mengandung nutrisi penting yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Lalu apa saja nutrisi tersebut, berikut penjelasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Protein

Kandungan protein pada ikan patin terbilang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ikan tawar lainnya. Untuk kandungan lemaknya sendiri juga tergolong rendah, bahkan lebih rendah dibanding daging ayam dan sapi. Perikanan Indonesia sendiri memainkan peran penting bagi pertumbuhan sel-sel dalam tubuh dan menjaga tubuh untuk tetap sehat.

2. Asam amino esensial

Selain protein, ikan patin juga mengandung asam amino esensial. Asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapatkan dari sumber makanan atau minuman.

Daging ikan patin diketahui mengandung lisin dalam jumlah banyak. Lisin adalah asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai bahan dasar antibodi, memperlancar sistem sirkulasi dan mempertahankan pertumbuhan sel-sel normal.

Selain itu, ikan patin juga mengandung asam amino esensial lainnya yaitu arginine. Kandungan ini penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan kemampuan untuk mencegah kanker dan menghambat pertumbuhan tumor.

3. Omega-3

Nutrisi penting lainnya adalah omega 3. Omega-3 yang terkandung lebih didominasi oleh DHA, sedangkan kandungan EPA di dalamnya cukup kecil, yaitu kurang dari 1 persen. Omega-3 ini memiliki fungsi penting untuk kesehatan tubuh, terutama untuk ibu hamil dan anak-anak.

4. Rendah kolesterol

Kandungan kolesterol pada ikan patin juga tergolong rendah, yakni hanya 21-30 mg untuk setiap 100 gram. Bagi penderita kolesterol tinggi yang ingin menurunkan kadar kolesterol, bisa dengan mengonsumsi ikan patin.

KKP Atasi Kejadian Paus Orca Terdampar di Banyuwangi

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangani kejadian Paus Orca yang ditemukan mati terdampar di perairan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan, kejadian pada 3 April 2021 itu dilaporkan warga kepada KKP melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL).

"Terdamparnya Orca di perairan Banyuwangi ini perlu mendapat perhatian karena merupakan fenomena langka, mengingat lokasi terdamparnya bukan merupakan jalur migrasi dari paus pembunuh, sehingga ini perlu investigasi lebih lanjut," kata Tb Haeru Rahayu.

Rahayu mengemukakan, pihaknya sudah mengirim petugas ke lokasi, dugaan sementara penyebab paus terdampar adalah terpisahnya individu tersebut dari kawanannya, karena paus pembunuh bukan perenang soliter, tetapi dalam kawanan.

Selain faktor navigasi, menurut dia, kesehatan paus juga bisa menjadi salah satu penyebab terpisahnya paus dari kawanannya, namun semua ini perlu dibuktikan dengan nekropsi atau pembedahan.

Tb Haeru juga menyampaikan bahwa paus termasuk mamalia laut yang dilindungi secara nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan rencana aksi nasional (RAN) konservasi bagi semua jenis mamalia laut tersebut melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut Tahun 2018-2022.

Sementara Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menyampaikan bahwa tim BPSPL dari wilayah kerja Banyuwangi sudah bergerak dibantu oleh tim kedokteran hewan dari Universitas Airlangga (Unair) untuk melakukan pengecekan dan selanjutnya akan dilakukan nekropsi.

Paus jantan yang memiliki panjang 6,1 meter dan bobot perkiraan lebih dari 10 ton ini dikuburkan sesuai dengan prosedur penanganan mamalia terdampar. Sebelumnya KKP bersama tim kedokteran Unair mengambil sampel paus untuk dilakukan uji laboratorium untuk mendapat jawaban terdamparnya paus pembunuh di perairan Banyuwangi.

Upaya BPSPL Denpasar dalam menangani paus ini juga dibantu oleh Fakultas Kedokteran Hewan Unair dan didukung oleh PSDKP Banyuwangi, BKSDA Banyuwangi, Satpolairud Polresta Banyuwangi, dan warga Dusun Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Sebelumnya, KKP menggandeng beberapa lembaga dan sejumlah pakar kelautan dalam rangka mendalami sejumlah kasus penyebab mamalia laut terdampar massal di berbagai daerah di Indonesia.

Tb. Haeru Rahayu memaparkan, perairan Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi mamalia laut (paus, lumba-lumba, duyung) dunia. Dari 90 jenis mamalia laut yang ada di dunia, 35 jenisnya ada di Indonesia.

“Salah satu ancaman terhadap mamalia laut di Indonesia adalah banyaknya mamalia laut yang terdampar di wilayah perairan Indonesia dari waktu ke waktu," katanya.

Data KKP Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) mencatat pada tahun 2015 terjadi peristiwa terdampar 103 ekor mamalia laut, kemudian tahun 2016 tercatat sebanyak 255 ekor, tahun 2017 ditemukan sebanyak 143 ekor, tahun 2018 sebanyak 154 ekor, tahun 2019 sebanyak 142 ekor, dan tahun 2020 sebanyak 107 ekor.

Sedangkan pada tahun 2021 hingga Februari, telah tercatat 66 individu mamalia laut yang terdampar, termasuk kasus terdamparnya 52 ekor paus pilot di Desa Patereman, Modung, Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu.
Perikanan

Jarang Diketahui! Berikut 6 Cara Budi daya Abalon

SariAgri - Abalon merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi, khususnya di negara-negara maju di Eropa dan Amerika Utara. Biota laut ini dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun kalengan.

Di Indonesia, abalon memang belum banyak dikenal masyarakat serta pemanfaatannya baru terbatas di daerah tertentu. Padahal, daging abalon memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti, protein, lemak, serat dan abu. Selain itu, bagian cangkangnya mempunyai nilai estetika yang dapat digunakan untuk perhiasan dan kerajinan lainnya.

Ketersediaan abalon saat ini lebih banyak diperoleh dari hasil tangkapan alam. Ini sangat mengkhawatirkan akan menimbulkan terjadinya penurunan populasi di alam. Oleh karena itu, para pembudidaya abalon harus bekerja sama dengan hatchery agar populasi abalon tetap tetap seimbang.

Perikanan Indonesia , Sobat Agri ingin tahu cara budidaya abalon? Perikanan budi daya abalon. Dikutip dari buku Budidaya 26 Komoditas Laut Unggul,

1. Penyediaan benih

Pembenihan dimulai dengan pematangan calon-calon induk berukuran panjang 7 hingga 10 centimeter di dalam tangki fiberglass atau bak semen berukuran besar. Selama proses pematangan, abalon diberi makan berupa rumput laut Gracillaria.

2. Penebaran

Saat ukuran cangkah sudah mencapai panjang 5 milimeter, abalon dipindahkan ke dalam bak yang lebih besar berukuran 1000 liter. Pada awal pembesaran, abalon diberi pakan mikroalga yang menempel pada lembaran plastik.

Secara bertahap, pakan diganti dengan jenis Gracilaria sp dan Acantophora sp. Selain itum diterapkan sistem air mengalir dengan laju pergantian air sebesar 400 persen per 24 jam.

3. Pemberian pakan

Abalon merupakan hewan herbivora dan aktif makan saat suasana gelap. Hewan ini menyukai alga merah, alga cina, dan alga hijau.

Selama pemeliharaan yang berlangsung 6 bulan, abalon diberi pakan Gracillaria sebanyak 10 persen dari bobot abalon. Tingkat kelangsungan hidupnya mencapai 90 hingga 95 persen. Sementara itu, pertumbuhannya dari bobot awal 1,39 gram menjadi 8,40 gram.

4. Pembesaran

Pembesaran abalon di Indonesia bisa dengan metode tancap (pen-culture) dan metode rakit.

5. Pengendalian hama dan penyakit

Hama merupakan hewan pengganggu dan pemangsa dalam budi daya abalon. Jenis predator abalon adalah kepiting laut. Upaya pencegahan dengan cara membersihkan hama tersebut dengan cara manual pada periode waktu tertentu.

6. Panen

Pemanenan abalon dilakukan cukup menggunakan tangan setelah ukuran mencapai 8 centimeter atau 30 hingga 40 gram. Di daerah terpencil, abalon yang ditangkap nelayan diawetkan dengan cara direbus lalu dikeringkan sebelum dijual.

Nelayan di Natuna Keluhkan Soal Cantrang, Ini Kata Menteri Trenggono

SariAgri - Nelayan di SKPT Natuna di Selat Lampa mengeluhkan kerap mendapati kapal-kapal ukuran lebih dari 30 GT dengan alat tangkap tidak ramah lingkungan beroperasi di bawah 30 mil laut di Perairan Natuna. Alat tangkap yang dimaksud salah satunya cantrang.

Mendengar keluhan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memastikan pihaknya akan menindak tegas kapal-kapal penangkap ikan yang melanggar aturan saat beroperasi, baik itu kapal Indonesia apalagi kapal ikan berbendera asing.

"Ini jadi perhatian serius. Kami selama ini rutin melakukan penangkapan. Terbaru di Kepulauan Seribu kami tangkap ada dua kapal ikan yang beroperasi tidak sesuai daerah penangkapan," ujar Wahyu saat melakukan kunjungan kerja di Natuna.

Trenggono meminta kepada nelayan untuk segera melaporkan ke petugas patroli Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) apabila menemukan kapal-kapal penangkapan ikan ukuran besar yang menyalahi aturan.

"Ini langsung dicatat nomor direktur patrolinya," imbaunya.

Selain memberantas praktik ilegal di laut seperti illegal fishing, destructive fishing, hingga penangkapan ikan di luar ketentuan, KKP juga sedang menata pengelolaan subsektor perikanan tangkap. Kebijakan pendukung tengah digodok dan harapannya dapat diimplementasikan pada Juni 2021.

Trenggono menuturkan, tata kelola perikanan tangkap ke depannya bertujuan pada peningkatan penerimaan negara, perbaikan infrastruktur perikanan, hingga kesejahteraan bagi para nelayan. Sejalan dengan itu, prinsip keberlanjutan tetap menjadi pegangan.

"Selain persoalan alat tangkap, bagaimana nelayan bisa berjaya juga kami pikirkan. Ini yang jauh lebih penting. Pertama kita jaga wilayah, penjagaan diperkuat, illegal fishing diberantas, tapi di sisi lain ada penataan," ungkapnya.

Salah satu penyebab nelayan Natuna menyesalkan praktik penangkapan ikan di bawah 30 mil oleh kapal nelayan pengguna alat tangkap tidak ramah lingkungan adalah rusaknya rumpon-rumpon yang mereka bangun. Padahal, rumpon menunjang jumlah tangkapan menjadi lebih banyak.

"Tolong kami Pak Menteri, rumpon kami rusak. Kami membuatnya pakai biaya sendiri," ujar dia.

Untuk diketahui, Sepanjang tahun ini, tim patroli PSDKP KKP menangkap 80 kapal yang terdiri dari kapal ikan berbendera asing dan kapal Indonesia pelanggar aturan. Sedangkan untuk mengawasi wilayah perairan Natuna saja, KKP mengerahkan sembilan unit kapal pengawas.
Kementerian Kelautan Dan Perikanan

3 Manfaat Dahsyat Ikan Nila untuk Tumbuh Kembang Anak

SariAgri - Ikan nila adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mengandung banyak nutrisi. Selain digemari, ikan nila juga banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena mudah diolah menjadi bermacam hidangan lezat.
Melansir dari Healthline, ikan nila adalah 'gudang' nutrisi dengan kandungan vitamin B3, vitamin B12, selenium, kalium juga fosfor.
Meskipun kandungan omega-3 ikan nila tidak setinggi pada ikan salmon, namun omega-3 didalamnya lebih tinggi dari daging sapi atau daging ayam. Omega-3 dapat membantu menjaga kesehatan paru-paru dan darah serta memaksimalkan kerja selaput dalam sel tubuh.
American Heart Association menyarankan kita mengonsumsi ikan dua kali dalam satu minggu untuk meminimalkan risiko penyakit jantung.
Berita Perikanan
Dengan kandungan zat gizi lainnya, ikan nila menjadi asupan bernutrisi yang kaya manfaat bagi kesehatan, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan si buah hati. Rasa dagingnya yang lezat, para ibu dapat mengolah ikan nila menjadi masakan yang disukai si kecil.
Berikut ini 3 manfaat dahsyat ikan nila untuk kesehatan anak.
Sebagai sumber protein
Dalam masa tumbuh kembang anak, kebutuhan terhadap 9 jenis asam amino esensial (9AAE) menjadi sangat krusial. Semua 9AAE tersebut akan berperan dalam berbagai aspek kesehatan tubuh.
Mulai dari membentuk antibodi, menjadi sumber energi, membantu memaksimalkan fungsi otak, mengoptimalkan sistem saraf, mendistribusikan zat gizi yang dibutuhkan, hingga membangun serta menjaga jaringan tubuh.
9AAE merupakan pecahan protein yang terdapat dalam ikan nila. Asam amino esensial tersebut terdiri dari histidin, lisin, treonin, metionin, fenilalanin, triptofan, valin, isoleusin dan leusin. Kekurangan satu asam amino esensial dapat menyebabkan tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal dan menghambat tumbuh kembang anak.
Memelihara kekebalan tubuh
Di masa pandemi, sangat penting untuk setiap individu menjaga sistem imunitas tubuh. Nah, ikan nila menjadi sumber protein hewani yang bisa membantu memelihara sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa menghindarkan anak dari infeksi akibat virus maupun bakteri. Selain protein, selenium yang terdapat dalam ikan nila juga dapat memaksimalkan fungsi kognitif si buah hati.
Berita Perikanan
Menjaga kekuatan tulang
Ikan nila diketahui mengandung kalsium yang bermanfaat bagi kesehatan otot dan kekuatan tulang. Memenuhi kebutuhan kalsium pada anak, dapat menghindarkannya dari risiko tulang keropos (osteoporosis) di masa depannya. Sangat penting membiasakan anak mengonsumsi ikan nila sejak dini untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya.

Ribuan Ikan Mati di Pantai Batubara, Penyebabnya Masih Ditelusuri

SariAgri - Ribuan ikan mati di kawasan wisata Pantai Alam Indah Datuk, di Dusun V, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batubara, Azhar menjelaskan pihaknya sudah turun langsung ke lokasi penemuan ribuan ikan yang mati di kawasan yang sering dikunjungi wisatawan tersebut. Dia menjelaskan, ribuan ikan yang mati itu menghebohkan dunia maya setelah fotonya diunggah oleh akun Facebook Muhammad Afandi pada Selasa (20/4).
"Tim sudah langsung turun. Kita suda menguji sampel air. Nah, kalau kita di Dinas Lingkungan Hidup ambil sampel air. Kalai Dinas Perikanan, ambil sampel ikan yang mati," kata Azhar, kepada Sariagri, Kamis (22/4).
Azhar menjelaskan, saat turun ke lokasi, penampakan air terlihat biasa saja. Ribuan ikan yang mati itu, berada di kawasan wisata Alam Indah Datuk yang selama ini ramai dikunjungi oleh wisatawan.
Perikanan Indonesia
Jenis ikan yang mati, menurutnya merupakan ikan muara. Azhar menyebut salah satu ikan yang dikenalinya, yakni ikan kepala batu atau ikan duri yang mirip dengan ikan sembilang.
"Kita belum bisa menduga apa penyebab kematiannya. Kita menunggu hasil laboratorium," katanya.
Dijelaskannya, pihaknya turun ke lokasi pada hari Rabu (21/4). Saat itu, jumlah ikan tidak sebanyak yang ada dalam foto unggahan di Facebook. Menurutnya, sudah banyak bangkai ikan yang dibawa ke tengah ketika air laut mulai pasang.
"Lagi-lagi kita tunggu hasil lab dulu. Masuk lab semalam (Rabu) dan hasilnya keluar 2 minggu lagi," katanya.
Ketika ditanya apakah peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya, dia mengaku tidak memiliki catatan. Hal tersebut menurutnya harus ditelusuri lagi informasinya ke masyarakat. Di sekitar kawasan tersebut, lanjut dia, tidak hanya 1 industri yang beroperasi. Hanya saja apapun penyebab kematian tidak bisa dari menduga-duga. Harus dari hasil laboratorium.
Sementara itu, pengamat lingkungan hidup, Jaya Arjuna mengatakan, kematian ribuan ikan ini harus ditangani dengan serius karena bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, penelusuran itu tidak hanya pada sampel air melainkan juga perusahaan apa saja yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
"Ini harus ditangani dengan serius karena jelas merugikan masyarakat. Ini kejadian sudah berulang kali terjadi. Kita semua harus tahu, perusahaan apa yang beroperasi di sekitar itu. Ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat nelayan," katanya.

Ekspor Ikan Dan Perikanan Jatim Justru Meningkat Saat Pandemi

SariAgri - Masa pandemi covid-19, ekspor ikan dan produk perikanan melalui Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Surabaya 1 Jawa Timur, justru mengalami peningkatan, baik dari sisi volume maupun nilainya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BKPIM Surabaya 1, Muhlin usai melepas ekspor ikan serta produk perikanan ke sejumlah negara Eropa, Asia dan Australia. Akspor ikan dan produk perikanan ini dirangkaikan dengan Indonesia 1 ekspor yang dilepas secara virtual oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Berita Perikanan
“ Sektor kelautan dan perikanan dalam kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini justru ekspor meningkat. Hal ini membuktikan sektor ini mampu menopang ekonomi bangsa karena tidak terpengaruh dengan adanya pandemi, “ ungkap Kepala BKPIM Surabaya 1, Muhlin kepada SariAgri, senin (19/4).
Muhlin menjelaskan ekspor ikan dan produk perikanan melalui BKIPM Surabaya 1 pada 12 hingga 19 april 2021, sebanyak 1.268 ton dan 11.221 ekor dengan total nilai mencapai lebih dari Rp115 Miliar.
“ Ikan dan produk perikanan yang diekspor tersebut terdiri dari 35 jenis komoditi dengan tujuan ekspor ke 19 negara. Selain ke sejumlah negara Eropa, ekspor juga dilakukan ke Australia dan beberapa negara Asia, “ kata dia.
Muhlin menambahkan ekspor ikan dan produk perikanan Jawa Timur tidak terpengaruh pandemi covid-19 dan bahkan mengalami peningkatan. Ia merinci pada tahun 2019 lalu, volume ekspor ikan dan produk perikan hanya sebanyak 203.180 ton dengan total nilai Rp17,2 triliun.
Sementara tahun 2020 justru meningkat 8,2 persen menjadi 219.860 ton dengan total nilai 17,5 triliun.
“ Keberhasilan ekpor yang kian meningkat membuktikan Jawa Timur, tidak terpengaruhnya pandemi covid-19, dikarenakan layanan di BKIPM Surabaya 1 sudah berbasis online dan terintegrasi, “ pungkasnya

KNTI Sisir Pesisir Jawa Tengah untuk Menyatukan Nelayan Kecil

SariAgri - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) terus menyisir pesisir Jawa Tengah untuk menyatukan nelayan kecil tradisional diberbagai wilayah kabupaten/kota.
Perikanan
Saat ini, telah berdiri KNTI di Rembang, Demak, Kota Semarang, Kota Pekalongan, dan Pemalang.
Perikanan Indonesia
Pembina KNTI, Habib Aang Abu Bakar berharap KNTI Pekalongan mampu mensejahterakan nelayan kecil tradisional. "Saya sangat mensuport adanya DPD KNTI Kabupaten Pekalongan yang nantinya membantu nelayan kecil untuk lebih sejahtera. Karena kebermanfaatan yang baik harus berjalan untuk masyarakat umum, khususnya nelayan di Kabupaten Pekalongan," kata Habib Aang, Senin (29/3).
Kabid Organisasi DPP KNTI, Sugeng Nugroho dalam sambutanya menceritakan sejarah keberjalanan KNTI.
"KNTI didirikan oleh beberapa tokoh nelayan dari 17 provinsi yang muncul dari kekuatan nelayan tradisional, dari Aceh sampai Papua yang mana mempunyai nasib yang sama dan permasalahan yang beraneka ragam. Oleh karenanya KNTI dibentuk untuk menyatukan nelayan tradisional tanpa sangkut paut politik maupun kepentingan yang lain," kata Sugeng.
Menurut Sugeng, KNTI memiliki filosofi nelayan yang mandiri, terorganisir dan terdidik. Memperjuangan hak nelayan kecil tanpa meminta-minta dan kalau ada persoalan diatasi dengan kebersamaan, musyawarah, dan berdiskusi.
KNTI memperjuangkan hak-hak nelayan kecil dan memiliki kekuatan SDA dan SDM. "Kita harus memberi kritik kepada pemerintah dan harus membantu sekuat-kuatnya ke pemerintah juga," tegas Sugeng.
Ketua DPD Kabupaten Pekalongan terpilih, Yoga Dewa Brahma berharap KNTI dapat mewujudkan kesejahteraan bagi nelayan tradisonal.
"Kita mempunyai visi mewujudkan masyarakat Nelayan Tradisional yang sejahtera, berkelanjutan dan berdaya saing. Sedang misinya, meningkatkan kesejahteraan nelayan, menciptakan keseimbangan ekosistem sumber daya alam yang mendukung pembangunan perikanan secara berkelanjutan," terang Yoga.
Lebih lanjut Yoga menyampaikan, agenda-agenda KNTI Kabupaten Pekalongan ke depannya.
"Agenda KNTI Kabupaten Pekalongan terdekat yang pertama audiens dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Pekalongan, riset nelayan tradisional Kabupaten Pekalongan berhubungan dengan kelangsungan masa depan nelayan tradisionan yang sejahtera, serta advokasi BBM bersubsidi untuk nelayan tradisional dan nelayan kecil," kata Yoga.

KKP Resmikan Gerai Ikan Segar Wujud Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan ‘Gerai Ikan Segar’ di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Ambon, Jl. Marta Alfons, Desa Poka, Kota Ambon. Peluncuran tersebut sekaligus mewujudkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).
Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyatakan, gerai ini bertujuan untuk membuka pasar bagi para nelayan dan pembudidaya ikan untuk menjual ikannya, menyediakan berbagai jenis ikan konsumsi yang bisa diperoleh masyarakat mulai dari ikan hidup, ikan segar serta berbagai jenis olahan ikan.
“Kehadiran gerai ini diharapkan dapat memfasilitasi para nelayan, pembudidaya di sekitar Kota Ambon untuk mempermudah akses pemasaran produk perikanannya,” ujarnya pada acara peluncuran ‘Gerai Ikan Segar’, di Ambon.
Lilly mengungkapkan Gerai Ikan Segar ini akan menjadi bagian dari kawasan spot Wisata Bahari yang tengah dikembangkan oleh BP3 Ambon. Hal ini bermanfaat untuk mendukung program LIN, yang mengembangkan Provinsi Maluku sebagai pusat ekonomi baru di Kawasan Timur (KTI) dan Indonesia.
Berita Perikanan
“Keberadaan gerai ikan segar ini dalam rangka mendukung Maluku sebagai LIN dan menjadi pilihan alternatif yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di Maluku dan Kota Ambon,” ungkapnya.
Selain meluncurkan Gerai Ikan Segar, Lilly turut meresmikan kolam bioflok yang diikuti dengan penebaran perdana udang vaname dan ikan nila salin di BP3 Ambon.
“Mudah-mudahan bioflok yang ada di BP3 Ambon ini bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai unit percontohan budidaya dan tempat berlatih bagi masyarakat sekitar. Dengan begitu, masyarakat Ambon punya banyak pilihan usaha ke depan dan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Berita Perikanan
Sementara itu, Kepala Desa Poka, Eric Pandrum, berharap kedua fasilitas ini akan terus maju dan dan menjadi role model bagi wilayah lain di sekitarnya agar memaksimalkan potensi perikanan di Kota Ambon, Maluku, yang akan menjadi LIN.
“Untuk itu, kami juga berharap agar apa yang dihadirkan di BP3 ini melibatkan banyak masyarakat Desa Poka. Pada prinsipnya, kami siap untuk menyediakan SDM yang berkualitas yang ada di wilayah pesisir Poka ini untuk terlibat secara langsung dalam pengembangannya,” ucapnya.
“Semoga memberi dampak positif bagi pengembangan infrastruktur di Desa Poka, terutama wilayah pesisir, sehingga pemanfaatan wilayah pesisir di sini bisa dimaksimalkan dengan baik agar tentunya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Peringati HUT Kota Semarang , 47.400 Benih Ikan Ditebar di Kali Semarang

SariAgri - Untuk menjaga eksosistem air dan dalam rangka memperingati HUT Ke-474 Kota Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menebar 47.400 benih ikan di Kali Semarang.
Kementerian Kelautan Dan Perikanan
Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang itu berharap dengan menebar benih ikan di Kali Semarang yang tepatnya di depan SMP PL Domenico Savio ini bisa menumbuhkan rasa kecintaan terhadap lingkungan dengan menjaga dan memelihara air sungai.
"Jika kita lihat puluhan tahun yang lalu, wilayah ini sangat kumuh, sungainya bahkan jadi WC terpanjang di dunia, tapi Alhamdulilah kita lihat sekarang situasinya lebih sehat dan manusiawi, lebih indah, kita tebar ikan dan mudah-mudahan lingkungannya semakin baik," kata Hendi, Jumat (9/4).
Lebih lanjut Hendi mengatakan alasan Kali Semarang dipilih untuk menebar benih ikan, menurutnya karena kualitas air di Kali Semarang saat ini sudah memenuhi kriteria untuk budidaya ikan air tawar seperti nila dan karper.
Perikanan
"Alasan dipilihnya Kali Semarang karena kualitas airnya memenuhi, kemudian pengawasannya juga lebih mudah karena ada di tengah kota dan sering terlihat orang, lalu untuk lebih menyempurnakan apa yang coba kita lakukan untuk memperbaiki lingkungan di sekitar kali Semarang," jelasnya.
Lebih jauh Hendi berharap, masyarakat tidak tergoda dulu untuk memancing ikan yang baru saja ditebar. Harapannya ikan bisa tumbuh besar dan nantinya bisa dimanfaatkan untuk pariwisata bahkan perlombaan memancing di Kota Semarang.
"Saat ini jangan dipancing dulu ya, biar ikannya besar dulu, nanti kalau waktunya panen, kita bisa adakan lomba mancing bahkan bisa jadi pariwisata juga," harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nur Kholis mengatakan pemilihan ikan nila dan karper yang ditebar di Kali Semarang, karena dua jenis ikan ini termasuk ikan yang tahan hampir di segala perairan tawar.
"Sebelum kami melakukan penebaran juga sudah dilakukan uji kualitas air di BBTKL di provinsi, jadi dari hasil itu kualitas air di kali Semarang ini memenuhi untuk bisa diberi ikan," jelas Nur Kholis.
[baca_juga]
Nur Kholis berharap dengan ditebarkan benih ikan di sungai juga bisa mendorong warga Semarang untuk mendukung program kali bersih (Prokasih).
"Termasuk juga tidak membuang sampah di kali, karena kali itu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dengan adanya penebaran benih ikan," ucapnya.
Untuk pengelolaan Dinas Perikanan akan bekerjasama dengan Kelurahan, RT dan RW setempat terkait pengamanan ikan-ikan agar tidak dipancing secara liar.
"Ikan ini empat bulan sudah bisa di panen, di satu sisi kami dari Dinas Perikanan akan berikan makanan tambahan untuk ikan, namun seandainya jika sudah dikenal masyarakat juga ada masyarakat yang ingin kasih makan ikan, nanti masyarakat sekitar bisa jual pakan ikan jadi pengunjung bisa memberi makan ikan," pungkas Nur Kholis.

Nelayan di Natuna Keluhkan Soal Cantrang, Ini Kata Menteri Trenggono

SariAgri - Nelayan di SKPT Natuna di Selat Lampa mengeluhkan kerap mendapati kapal-kapal ukuran lebih dari 30 GT dengan alat tangkap tidak ramah lingkungan beroperasi di bawah 30 mil laut di Perairan Natuna. Alat tangkap yang dimaksud salah satunya cantrang.
Mendengar keluhan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memastikan pihaknya akan menindak tegas kapal-kapal penangkap ikan yang melanggar aturan saat beroperasi, baik itu kapal Indonesia apalagi kapal ikan berbendera asing.
"Ini jadi perhatian serius. Kami selama ini rutin melakukan penangkapan. Terbaru di Kepulauan Seribu kami tangkap ada dua kapal ikan yang beroperasi tidak sesuai daerah penangkapan," ujar Wahyu saat melakukan kunjungan kerja di Natuna.
Trenggono meminta kepada nelayan untuk segera melaporkan ke petugas patroli Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) apabila menemukan kapal-kapal penangkapan ikan ukuran besar yang menyalahi aturan.
"Ini langsung dicatat nomor direktur patrolinya," imbaunya.
Selain memberantas praktik ilegal di laut seperti illegal fishing, destructive fishing, hingga penangkapan ikan di luar ketentuan, KKP juga sedang menata pengelolaan subsektor perikanan tangkap. Kebijakan pendukung tengah digodok dan harapannya dapat diimplementasikan pada Juni 2021.
Trenggono menuturkan, tata kelola perikanan tangkap ke depannya bertujuan pada peningkatan penerimaan negara, perbaikan infrastruktur perikanan, hingga kesejahteraan bagi para nelayan. Sejalan dengan itu, prinsip keberlanjutan tetap menjadi pegangan.
Berita Perikanan
"Selain persoalan alat tangkap, bagaimana nelayan bisa berjaya juga kami pikirkan. Ini yang jauh lebih penting. Pertama kita jaga wilayah, penjagaan diperkuat, illegal fishing diberantas, tapi di sisi lain ada penataan," ungkapnya.
Salah satu penyebab nelayan Natuna menyesalkan praktik penangkapan ikan di bawah 30 mil oleh kapal nelayan pengguna alat tangkap tidak ramah lingkungan adalah rusaknya rumpon-rumpon yang mereka bangun. Padahal, rumpon menunjang jumlah tangkapan menjadi lebih banyak.
"Tolong kami Pak Menteri, rumpon kami rusak. Kami membuatnya pakai biaya sendiri," ujar dia.
Untuk diketahui, Sepanjang tahun ini, tim patroli PSDKP KKP menangkap 80 kapal yang terdiri dari kapal ikan berbendera asing dan kapal Indonesia pelanggar aturan. Sedangkan untuk mengawasi wilayah perairan Natuna saja, KKP mengerahkan sembilan unit kapal pengawas.

Sambangi KKP, Wali Kota Pekalongan Minta Hidupkan Kembali Perikanan Tangkap

SariAgri - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung penuh keinginan Pemerintah Kota Pekalongan untuk mengembalikan kejayaan sektor perikanan tangkap sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Perikanan Indonesia
Saat ini ada beberapa persoalan yang menyebabkan menurunnya produktivitas sektor perikanan tangkap di Kota Pekalongan. Salah satunya adalah rutin terjadi rob yang menyebabkan aktivitas perikanan terganggu.
“Saya minta ini betul kepada Pak Wali untuk membangun kesadaran masyarakat untuk tertib menjaga kebersihan. Langkah kecil itu bisa menjadi salah satu upaya dalam menangani banjir rob yang selama ini terjadi. Kita akan kerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya saat bertemu Wali Kota Pekalongan di Kantor KKP, Jakarta Pusat pada Jumat (16/4) sore.
Salah satu agenda KKP adalah pembangunan pelabuhan onshore melalui Ditjen Perikanan Tangkap (DJPT) yang terintegrasi dengan penanganan banjir. Trenggono meminta jajarannya untuk rutin turun ke Pekalongan guna memastikan rencana pembangunan pelabuhan tersebut berjalan dengan baik.
“Saya minta Pak Dirjen untuk turun langsung ke lapangan, untuk memastikan apakah offshore itu dapat berjalan dengan baik, dan untuk mengetahui benefit ke generasi berikutnya seperti apa, itu yang harus kita pikirkan,” tegasnya.
Sementara itu Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaidi menceritakan, banjir rob menyebabkan aktivitas pelelangan di Kota Pekalongan terhenti sejak 29 Januari hingga 5 Maret 2021. Imbasnya, ekonomi nelayan maupun masyarakat yang selama ini beraktivitas di pelelangan, ikut terganggu.
“Rob ini telah membuat area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tergenang, mengganggu akses jalan dan aktivitas bongkar. Aktivitas pendukung perikanan seperti docking, galangan, bengkel mesin, dan lain-lain, juga ikut terganggu. Pada akhirnya berdampak pada berkurangnya minat investor di sektor tangkap,” katanya.
Perikanan
Lebih lanjut Afzan menyebut terkait pembangunan pelabuhan onshore agar bisa terwujud. Dia mengatakan pihaknya siap bersinergi baik dalam hal pengkajian maupun penyediaan lahan untuk lokasi pembangunan.
Untuk diketahui, Kota Pekalongan berjaya sebagai penghasil produk perikanan terbesar pada tahun 90-an. Daerah dengan panjang garis pantai 6,15 kilometer ini berada pada simpul pergerakan strategis yaitu jalur Pantura.
Di sana terdapat fasilitas strategis skala nasional yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan, serta memiliki komoditas unggulan diantaranya ikan pelagis kecil seperti layang, banyar, dan lemuru.

Startup Aruna Luncurkan Asuransi Jiwa Nelayan dengan Qoala dan BRI Life

SariAgri - Perusahaan startup perikanan Aruna bekerja sama dengan startup insurance technology (insurtech) Qoala dan pialang asuransi PT Mitra Jasa Pratama memberikan asuransi dengan premi terjangkau mulai dari Rp50 ribu per tahun kepada para nelayan, dengan manfaat hingga Rp19 juta.
Berita Perikanan
Inisiatif ini merupakan kerja sama Aruna dengan Qoala untuk mengembangkan desa pesisir, mengingat melaut merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi. Tidak hanya terjangkau, pengajuan asuransi ini juga mudah. Asuransi yang disematkan untuk peluncuran pertama ini adalah Asuransi Mikro (AM) Prisma Plus dari BRI Life.
Para nelayan yang telah terdaftar di platform Aruna cukup memberikan fotokopi KTP dan KK kepada para Local Heroes di Aruna Site. Local Heroes ini adalah tim internal Aruna yang setiap hari membantu pendataan transaksi serta sosialisasi teknologi di lokasi Aruna Site. Untuk proses klaim pun terbilang mudah, karena Local Heroes yang akan menggunakan aplikasi Qoala dalam melakukan proses klaim.
“Bagi Aruna, nelayan merupakan mitra strategis yang perlu diperhatikan juga kesejahteraannya apalagi melaut merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi,” kata Utari Octavianty selaku co-founder dan General Director dari Aruna, di Jakarta, Jumat (2/4).
Produk Perlindungan AM Prisma Plus dari BRI Life ini memberikan santunan kematian akibat kecelakaan hingga Rp19.500.000 untuk santunan kematian akibat kecelakaan. Nelayan dengan asuransi ini pun dapat melakukan klaim sebesar Rp5 juta untuk santunan cacat fisik akibat kecelakaan, beserta tambahan biaya operasi, santunan rawat inap, dan kematian wajar.
Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin, menjelaskan, aplikasi Qoala sangat mudah digunakan dan bisa diakses dengan cepat melalui smartphone. Untuk urusan keamanan data, tak perlu diragukan, Qoala saat ini tercatat dalam Sandbox OJK di klaster Insurtech.
“Kami memiliki komitmen penuh untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna Qoala, khususnya para nelayan. Asuransi seharusnya bisa melindungi para pekerja di garis terdepan, dan harus bisa diakses dengan cepat dan mudah. Kerja sama Qoala dan Aruna ini kami harap dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” ujar Tommy.
Anik Hidayati, Direktur Pemasaran dan Bisnis Syariah BRI Life, menambahkan sinergi antara BRI Life, Aruna dan Qoala merupakan momentum penting bagi BRI Life khususnya untuk penetrasi produk mikro BRI Life ke masyarakat luas dalam hal ini nelayan. “BRI Life optimis, kerjasama ini akan berjalan dengan sangat baik dan prospektif, di samping akan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat mikro, dalam hal ini nelayan,” ujarnya.
Lokasi pertama yang menjadi percobaan untuk sosialisasi asuransi ini adalah Masalembu yang secara geografis terletak di antara Selat Makassar, Laut Jawa, Laut Flores, dan Selat Lombok. Pertemuan tiga kawasan perairan ini menciptakan kekuatan fisis interaksi laut dan atmosfer secara alami, dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Namun, perairan ini juga memiliki potensi ikan yang berlimpah dan beragam, tak heran jika mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan meskipun risiko melaut sangat tinggi. Selain itu, asuransi ini juga diluncurkan di Ujung Genteng, Jenebora, dan Papaan.

KKP Ajak Pembudidaya Buat Pakan Berbahan Baku Lokal

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melatih sekitar 100 pembudi daya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk membuat pakan ikan berbahan baku lokal dalam rangka mengurangi pemakaian pakan ikan komersil yang berbiaya tinggi.
"Pakan merupakan komponen terbesar dari biaya produksi usaha budidaya yakni sebesar 50-70 persen. Namun karena pakan merupakan komponen terpenting dalam kegiatan budidaya, masyarakat masih lebih memilih pakan pabrikan yang cukup menguras kantong karena mudah dan lengkap secara nutrisi,” kata Kepala Balai Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP Sjarief Widjaja dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.
Sjarief menyebut, pakan yang selama ini digunakan oleh pembudi daya ikan adalah pakan pabrikan yang memiliki harga tinggi.
Perikanan
Menurut dia, masyarakat cenderung merogoh kocek demi memenuhi kebutuhan pakan pabrikan karena dianggap mudah digunakan dan bernutrisi lengkap.
Guna mengatasinya, Sjarief mendorong para pembudi daya untuk menekan biaya operasional usahanya dengan membuat pakan alternatif berkualitas menggunakan bahan baku lokal sehingga lebih ekonomis.
“Pada dasarnya, pakan alternatif bisa diramu sendiri dengan melihat karakteristik bahan baku yang dipilih. Melalui pelatihan ini, saya harap pembudi daya mulai dapat mengurangi ketergantungan akan pakan pabrikan yang pada akhirnya akan dapat menyejahterakan pembudidaya ikan," kata Sjarief.
Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP, Lilly Aprilya Pregiwati mengutarakan harapannya agar pelatihan ini dapat menumbuhkan lapangan kerja baru bagi masyarakat di Kabupaten Cianjur melalui hadirnya usaha pembuatan pakan ikan.
Bahkan, ujar Lilly, jika dimanfaatkan dengan baik, hadirnya usaha pakan ini akan membentuk integrasi usaha perikanan yang lengkap dari hulu ke hilir bagi masyarakat setempat.
“Kompetensi yang diberikan dalam pelatihan ini akan menjadi langkah awal terciptanya usaha perikanan yang terintegrasi di daerah ini. Dengan begitu, juga semakin mudah karena bisa memenuhi kebutuhan satu sama lain. Pembudi daya bisa terpenuhi kebutuhan pakannya, sementara pelaku usaha pakan ikan ini juga bisa membuka lapangan kerja baru," katanya.
Ia mengemukakan harapannya pula agar ke depannya akan tercipta kawasan budi daya terintegrasi di Kabupaten Cianjur sejalan dengan program terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam mengembangkan kampung-kampung budidaya perikanan di daerah berbasis kearifan lokal.

Startup Aruna Luncurkan Asuransi Jiwa Nelayan dengan Qoala dan BRI Life

SariAgri - Perusahaan startup perikanan Aruna bekerja sama dengan startup insurance technology (insurtech) Qoala dan pialang asuransi PT Mitra Jasa Pratama memberikan asuransi dengan premi terjangkau mulai dari Rp50 ribu per tahun kepada para nelayan, dengan manfaat hingga Rp19 juta.

Inisiatif ini merupakan kerja sama Aruna dengan Qoala untuk mengembangkan desa pesisir, mengingat melaut merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi. Tidak hanya terjangkau, pengajuan asuransi ini juga mudah. Asuransi yang disematkan untuk peluncuran pertama ini adalah Asuransi Mikro (AM) Prisma Plus dari BRI Life.

Para nelayan yang telah terdaftar di platform Aruna cukup memberikan fotokopi KTP dan KK kepada para Local Heroes di Aruna Site. Local Heroes ini adalah tim internal Aruna yang setiap hari membantu pendataan transaksi serta sosialisasi teknologi di lokasi Aruna Site. Untuk proses klaim pun terbilang mudah, karena Local Heroes yang akan menggunakan aplikasi Qoala dalam melakukan proses klaim.

Kementerian Kelautan Dan Perikanan , nelayan merupakan mitra strategis yang perlu diperhatikan juga kesejahteraannya apalagi melaut merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi,” kata Utari Octavianty selaku co-founder dan General Director dari Aruna, di Jakarta, Jumat (2/4).

Produk Perlindungan AM Prisma Plus dari BRI Life ini memberikan santunan kematian akibat kecelakaan hingga Rp19.500.000 untuk santunan kematian akibat kecelakaan. Nelayan dengan asuransi ini pun dapat melakukan klaim sebesar Rp5 juta untuk santunan cacat fisik akibat kecelakaan, beserta tambahan biaya operasi, santunan rawat inap, dan kematian wajar.

Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin, menjelaskan, aplikasi Qoala sangat mudah digunakan dan bisa diakses dengan cepat melalui smartphone. Untuk urusan keamanan data, tak perlu diragukan, Qoala saat ini tercatat dalam Sandbox OJK di klaster Insurtech.

“Kami memiliki komitmen penuh untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna Qoala, khususnya para nelayan. Asuransi seharusnya bisa melindungi para pekerja di garis terdepan, dan harus bisa diakses dengan cepat dan mudah. Kerja sama Qoala dan Aruna ini kami harap dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” ujar Tommy.

Anik Hidayati, Direktur Pemasaran dan Bisnis Syariah BRI Life, menambahkan sinergi antara BRI Life, Aruna dan Qoala merupakan momentum penting bagi BRI Life khususnya untuk penetrasi produk mikro BRI Life ke masyarakat luas dalam hal ini nelayan. “BRI Life optimis, kerjasama ini akan berjalan dengan sangat baik dan prospektif, di samping akan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat mikro, dalam hal ini nelayan,” ujarnya.

Lokasi pertama yang menjadi percobaan untuk sosialisasi asuransi ini adalah Masalembu yang secara geografis terletak di antara Selat Makassar, Laut Jawa, Laut Flores, dan Selat Lombok. Pertemuan tiga kawasan perairan ini menciptakan kekuatan fisis interaksi laut dan atmosfer secara alami, dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Namun, perairan ini juga memiliki potensi ikan yang berlimpah dan beragam, tak heran jika mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan meskipun risiko melaut sangat tinggi. Selain itu, asuransi ini juga diluncurkan di Ujung Genteng, Jenebora, dan Papaan.

- page 1 of 2