Ekspor Ikan Dan Perikanan Jatim Justru Meningkat Saat Pandemi

SariAgri - Masa pandemi covid-19, ekspor ikan dan produk perikanan melalui Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Surabaya 1 Jawa Timur, justru mengalami peningkatan, baik dari sisi volume maupun nilainya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BKPIM Surabaya 1, Muhlin usai melepas ekspor ikan serta produk perikanan ke sejumlah negara Eropa, Asia dan Australia. Akspor ikan dan produk perikanan ini dirangkaikan dengan Indonesia 1 ekspor yang dilepas secara virtual oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Berita Perikanan
“ Sektor kelautan dan perikanan dalam kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini justru ekspor meningkat. Hal ini membuktikan sektor ini mampu menopang ekonomi bangsa karena tidak terpengaruh dengan adanya pandemi, “ ungkap Kepala BKPIM Surabaya 1, Muhlin kepada SariAgri, senin (19/4).
Muhlin menjelaskan ekspor ikan dan produk perikanan melalui BKIPM Surabaya 1 pada 12 hingga 19 april 2021, sebanyak 1.268 ton dan 11.221 ekor dengan total nilai mencapai lebih dari Rp115 Miliar.
“ Ikan dan produk perikanan yang diekspor tersebut terdiri dari 35 jenis komoditi dengan tujuan ekspor ke 19 negara. Selain ke sejumlah negara Eropa, ekspor juga dilakukan ke Australia dan beberapa negara Asia, “ kata dia.
Muhlin menambahkan ekspor ikan dan produk perikanan Jawa Timur tidak terpengaruh pandemi covid-19 dan bahkan mengalami peningkatan. Ia merinci pada tahun 2019 lalu, volume ekspor ikan dan produk perikan hanya sebanyak 203.180 ton dengan total nilai Rp17,2 triliun.
Sementara tahun 2020 justru meningkat 8,2 persen menjadi 219.860 ton dengan total nilai 17,5 triliun.
“ Keberhasilan ekpor yang kian meningkat membuktikan Jawa Timur, tidak terpengaruhnya pandemi covid-19, dikarenakan layanan di BKIPM Surabaya 1 sudah berbasis online dan terintegrasi, “ pungkasnya

They posted on the same topic

Trackback URL : https://piewhorl3.bravejournal.net/trackback/5453605

This post's comments feed