Kepri Ekspor 11 Ton Ikan Beku ke Singapura Senilai Rp800 Juta

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melepas 11 ton komoditas perikanan dengan nilai Rp811 juta dari Bintan, Kepulauan Riau ke Singapura.

Sekretaris BKIPM, Hari Maryadi menyebutkan komoditas perikanan yang diekspor tersebut terdiri dari white snapper/anggoli fillet, white snapper/anggoli half head, white snapper/anggoli tail, Spanish mackerel/batang fillet, dan grouper minch meat.

"Hal ini tentu perlu kita apresiasi, di tengah pandemi Covid-19, usaha perikanan khususnya di Kabupaten Bintan masih berjalan baik dan mutu hasil perikanan yang telah kita jamin mutunya,” ujar Hari.

Hari menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong program pemerintah untuk berorientasi dan meningkatkan ekspor. BKIPM dan stakeholder terkait, lanjut dia, terus menggalang soliditas untuk melakukan terobosan hambatan logistik serta membuka peluang pasar internasional.

"Ekspor produk perikanan oleh PT. BIG merupakan wujud sinergitas antara pelaku usaha di Bintan dengan UPT KIPM, Pemerintah daerah dan stakeholder perikanan, ini menggambarkan bahwa produksi perikanan terus bergerak dan kami berkomitmen senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh UPT KIPM di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai KIPM Tanjungpinang, Felix Lumban Tobing mengungkapkan, sepanjang 2021 telah melakukan sertifikasi ekspor sebanyak 760 kegiatan di 11 wilayah kerjanya di Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah ini setara dengan 97.921 ekor dan 2.947.911 kilogram ikan yang telah menjangkau pasar global.

"Totalnya terdiri dari 81 jenis hasil perikanan dengan nilai sebesar Rp65.472.602.967 di tahun 2021 ini saja," terangnya.

Felix menambahkan luas Provinsi Kepulauan Riau yang hampir 96 persen wilayahnya berupa lautan, memiliki potensi hasil perikanan yang sangat luar biasa. Dia pun mengapresiasi PT. BIG yang sebelumnya juga berhasil menembus pasar Tiongkok dan Australia, di tengah semakin ketatnya persyaratan pengiriman produk ke negeri Tirai Bambu.

"Ini merupakan langkah bagus dari perusahaan untuk mencari peluang buyer lain selain Tiongkok," katanya.

Dia berharap unit pengolahan ikan (UPI) lain di wilayah Bintan mampu meningkatkan grade hazard analysis critical control point (HACCP) sebagai persyaratan ke negara mitra. Dengan begitu, keberterimaan produk perikanan dari Bintan bisa semakin luas dan berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

"BKIPM mendukung dan mendorong pemulihan ekonomi nasional dengan menggenjot ekspor produk perikanan. Kita siap memberikan layanan yang optimal," tandasnya.

They posted on the same topic

Trackback URL : https://piewhorl3.bravejournal.net/trackback/5463739

This post's comments feed